
Kebanyakan yang mengisi kamar kosan saya adalah mahasiswi yang orang tuanya memiliki harta yang berlimpah. Biasanya kosan ku di isi oleh anak-anak pengusaha, atau pejabat, kebetulan kosan ku ini dikhususkan untuk wanita. Karena yang mengisi adalah cewek, maka kosan saya ini terkenal dikalangan para mahasiswa yang kuliah di Bandung.
Inilah awal mula kisah mesum saya, pada suatu sore datanglah seorang wanita yang bertubuh tinggi, kulit putih khas orang Indonesia, buah dada sedang dan berparas cantik menggoda. Saat itu gadis tersebut menghampiri saya dan memperkenalkan diri dengan nama Lisa. Setelah memperkenalkan diri ternyata dia hendak menyewa salah satu kamar kos saya yang kebetulan saat itu memang ada yang kosong.
Kemudian saya pun mengajak Lisa ke dalam dan melihat salah satu kamar yang memang baru saja habis sewanya dan tidak diperpanjang. Beberapa menit Lisa melihat suasana kamar dengan seksama, saat itu dia melihat mulai dari ruang tamu, dapur, kamar mandi dan terakhir dia melihat kamar tidur yang cukup luas dan mewah. Saat itu Ekspresi wajah Lisa cukup puas dengan keadaan kamar kos saya. Dari situ kami-pun mulai negosiasi tentang harga kamar,
“Bagaimana Mbak, apakah cocok dengan kamarnya ?”, tanyaku.
“Cocok banget Mas, kamarnya gede, fasilitas oke dan bersih lagi, memangnya berapa perbulan Mas?”, tanya Lisa pada saya. Saat itu saya langsung menjawab pertanyaan yang memang saya harapkan dari tadi,
“1,6 jt perbulan-nya Mbak”, jawabku.
Lisa kaget mendengar harga yang aku tawarkan,
“Wahhh, mahal banget Mas, nggak bisa kurang apa nih Mas ? Aku udah cocok banget nih sama kamarnya?”, ucap Lisa memohon.
Karena saat itu nampaknya dia sangat ingin tinggal disana saya pun menahan harga, karena bisnis adalah bisnis. Bisnis itu memang tanpa belas kasihan dan tanpa toleransi. Lalu aku pun menjawab,
“Maaf sebelumnya Mbak, harga pas dan tidak bisa kurang”, ucapku menegaskan.
“Masa nggak bisa sih Mas, Sini aku mau ngomong sama yang punya kosan ini, Barang kali aja nanti bisa kurang ?”, ucapnya kepadaku.
Saat itu aku hanya tersenyum mendengar perkataan Lisa. Dia tidak tahu kalau yang punya kosan ini punya saya, mungkin saat itu dia menyangka saya hanya pembantu yang mengurus kosan ini. Lalu saya menegaskan kepada Lisa,
“Maaf ya Mbak, yang punya kosan itu saya”, jawabku dengan sedikit senyuman.
“ Upzzz… Maaf ya Mas saya kira Mas anak yang punya kosan ini, habis Mas imut sih kayak anak kecil mukanya, hhe… ”, ucap Lisa mengelak dengan raut muka sedikit malu.
Saat itu aku menawarkan dengan penawaran yang sangat extreme dan berani kepada Lisa, “Gini aja deh Mbak, saya kasih Mbak 3 bulan gratis tinggal disini asal kamu mau tidur sama aku”, ucapku tegas penuh spekulasi. Gila nggak tuh, dengan spontan aku mengeluarkan penawaran tersebut, karena memang dari awal saya melihat Lisa, saya sudah tergoda dengan badannya yang langsing, gerak geriknya yang sensual gaya bicaranya yang manja, dan yang paling utama sih sebenernya aku lagi pengen ngewek. Saat itu Lisa terlihat kaget sekali mendengar penawaranku.

“Oke!! saya terima tawaran kamu Mas”, 0menjawab dengan lantangnya.
Sekarang giliran saya yang kaget mendengar jawaban dari lisa. Seketika dadaku terasa sesak karena khayalanku yang sejak tadi ada dipikiranku akan menjadi kenyataan. Saya tadi berfantasi bila saja aku bisa melihat dan menikmati bentuk tubuh Lisa yang langsing tanpa busana sama sekali. Seketika jantungku berdegup keras, dan adik kejantananku senat-senut dibuatnya.
Seakan Kejantananku ini minta dibelai oleh Lisa. Setelah Lisa menjawab dengan entengnya, aku menghampirinya, tanpa basa-basi langsung aku cium bibirnya yang tipis terbalut lipglos menambah keseksian dalam berbicara. Tanpa ragu aku mencium bibirnya, sebaliknya Lisa pun mulai menyambut ciumanku tanpa ada kekakuan layaknya pasangan yang sudah lama berhubungan.
Saat itu kami berciuman saling merangsang, sesekali aku mendengar desahan halus Lisa saat aku meremas buah dada-nya yang kencang dan kenyal itu,
“Sssss… Aghhhh…. ”, desah Lisa ketika saya meremas lembut buah dada-nya.
Kemudian tanpa ragu dan membuang waktu, aku mulai melucuti satu persatu baju yang menempel di tubuh Lisa, demikian sebaliknya, dan kini kami berdua hanya memakai celana dalam saja. Sesuai dugaanku, buah dada Lisa mengelayut indah ditubuhnya, tidak besar dan tidak kecil bentuknya sehingga apabila dilihat secara telanjang pas sekali dengan postur tubuhnya.
Aku mulai menjilati buah dada Lisa sesekali aku sedot dengan perlahan, desahan Lisa pun keluar dari bibirnya yang indah itu. Hal itu membuat saya semakin bernafsu untuk terus memainkan lidah ini diatas buah dada-nya yang kencang itu. Setelah aku bosan menjilati susu Lisa, aku mulai menciumi perut Lisa terus dan terus hingga berhenti di selangkangan yang masih tertutup celana dalam seksi.
Eeummm… baunya khas, aku pelorotkan celana Lisa yang sudah agak lembab. Saat itu entah kenapa aku terdiam ketika melihat Vagina Lisa yang tidak tertutupi bulu satu pun itu, nampaknya dia mencukur habis bulu Vagina-nya sehingga terlihat indah bentuknya. Lisa tersenyum ketika aku melihat yang heran karena melihat Vagina-nya yang mulus tanpa bulu sedikitpun, lalu,
“Jilatin dong…”, pinta Lisa dengan mesra. Agen Domino99
Saat itu saya menuruti permintaanya. Saya memulai menjilat dari bawah sampai keatas selangkangan dan hingga berhenti di Vagina-nya. Sampai akhirnya saya pun menjilati Vagina-nya, sembari menjilat, aku melihat ekspresi Lisa yang sedang aku jilati dia Vagina-nya. Saat itu dia mendesah, memejamkan mata dan gelonjotan tidak karuan.
Dan dia juga menggigit bibir bawahnya dan sembari kedua tangannya meremas sprei kasur seperti orang yang sedang menahan sesuatu. Erangannya semakin memburu seiring jilatan saya yang makin liar,
“ Eghhh… Oughhh… Ssss.. Aghhhhhh… ”, desah Lisa mengerang keenakan.
Disatu titik dia melepaskan nafasnya dalam dalam, tak lama kemudian keluarlah cairan putih dari lubang Vagina-nya yang berbau khas, hal itu semakin membuat saya semakin nafsu saja. Kemudian Lisa menarikku keatas kasur dan mulai menjilati kepala kejantananku, rasanya saat itu kepala Penisku seperti kesemutan, beuhhh… enak-enak geli gimana gitu.
Sesekali Lisa menyedot semua batang kejantananku kedalam mulut-nya. Lisa melakukannya berulang dan berulang, hal itu membuatku merasakan nikmat yang luar biasa. Sungguh permainan oral sex Lisa profesional sekali layaknya pemain film bokep yang sering aku tonton. Setelah Lisa puas memainkan kejantananku yang, aku bangun dan mulai mempersiapkan kejantananku untuk lepas landas.
Nampaknya kejantananku dari tadi ingin sekali segera merasakan kehangatan Vagina Lisa yang putih mulus dan tanpa satu bulu pun. Aku mengelus elus kakinya yang panjang sambil menggesek gesekan kejantananku dimulut vagina Lisa. Tak lama kemudian tangan halus Lisa menggiring kejantananku keliang Vagina-nya. Kepala kejantananku terasa hangat menyentuh bibir Vagina Lisa.
Pada awalnya terasa keset dan susah dimasukan, pada akhirnya setelah aku gesek-gesekan kepala kejantananku dia klitoris Lisa, pada akhirnya Kejantananku pun bisa menerobos Vagina Lisa dalam-dalam. Sedikit demi sedikit saya gerakan pinggangku sambil saya arahkan oleh Lisa sehingga kepala kejantananku sudah masuk seluruhnya.
“ Ssss… Aghhhhh… Yeahhh… Oughhh… ”, Desah Lisa mendesah nikmat merasakan kejantananku mulai keluar masuk di liang Vagina-nya.
Dengan konstan aku melakukan gerakan sex itu kepada Lisa. Sekitar 15 menit dengan posisi sex Lisa Dibawah dan saya diatas, hal itu membuat aku dengan bebas menyodokan kejantananku divagina Lisa. Bosan dengan gaya itu aku meminta Lisa untuk berganti posisi dengan gaya seks Doggy Style. Saat itu Lisa-pun mengiyakan permintaan saya.
Kini kami pun bercinta dengan gaya seks Doggy style, dan saya benamkan lagi kejantanan saya didalam Vagina Lisa,
“ Zlebbbbbbb… Aghhhhhh…”,
Masuklah Penis saya didalam Vagina Lisa. Lisa-pun,

“ Oughhh… Shit… nikmat sekali sayang, ayo puaskan aku… Aghhhh… ” ucap Lisa.
Mendengar ucapan Lisa, saya pun mulai menggencarkan tusukan Penisku dengan kencangnya,
“ Ceplak… Ceplak… Ceplak… Ceplak… ”, suara pahaku bersentuhan dengan pantat lisa.
“ Ughhh… Ssss.. Aghhh… enak sekali Memek kamu Lisa, Aghhh… ” desahku.
Setelah kurang lebih 15 menit aku menyodok Vagina Lisa, kurasakan kejantananku berdenyut-denyut,
“ Lisa… aku mau keluar nih… Aghhh… ”, ucapku pada Lisa.
“ Aku juga Mas… aku sudah nggak tahan lagi Mas, cepetan keluarin Mas… oughhh…”, ucap Lisa. Saat itu saya semakin menggebu-gebu dalam bermain sex, kupercepat gerakan pinggulku,
“ Oughhh… Aku mau keluar sayang, keluarin dimana Miii… Ssss… Aghhh… ”, tanyaku.
“ Diluar Anwar sayang… Oughhh… ” jawabannya.
Tidak lama setelah itu terasa ada yang akan keluar dari Penisku, dan,
“ Crotttttt… Crotttttt… Crotttttt… ”,
“ Slurpp… Serrrr… Serrrrrrr ”,
Pada akhirnya kami pun keluar hampir bersamaan, dan aku lupa mencabut kejantananku dari Vagina Lisa. Lendir memek Lisa dan Spermaku bercampur menjadi satu. Sungguh kenikmatan yang luar biasa karena aku bisa menikmati wanita secantik dan sexy Lisa. Kemudian,
“Miii, Maafin aku yah, aku tadi nggak sempet cabut penis aku”, ucapku meminta maaf.
“Yah gimana dong ini, kamu pokoknya harus ganti rugi sama aku”, ucap Lisa. SahabatQQ
“Baiklah aku akan kasih kamu apapun untuk ganti rugi buat kamu”, ucapku merasa bersalah.
“Baiklah kalau begitu, mudah saja ganti ruginya. Aku mau kamu memberi aku Kost gratis selama yang aku inginkan, aku berjanji tidak akan menuntut tanggung jawab dari kamu jika aku sampai hamil” ucapnya.

“Okey, tapi jika aku ingin ML sama kamu kamu harus mau lagi yah, kapan pun saat aku pingin Ml sama kamu”, ucapku.
“Oke deal”, jawabnya singkat.
Singkat cerita semenjak kejadian itu saya memberikan kost gratis kepada Lisa. Dan Lisa-pun tidak mengingkari janjinya untuk melayani kebutuhan seks ku kapan pun ketika saya mau. Sungguh menyenangkan sekali kisah seks saya ini. Dan perlu pembaca tahu sebagai pemilik kost, saya tidak hanya melakukan dengan Lisa saja, namun saya melakukan dengan anak kost lainya yang biasanya butuh uang jajan lebih atau yang butuh buat Shoping.






0 comments:
Post a Comment